Showing posts with label Ilmu Budaya Dasar. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Budaya Dasar. Show all posts

Monday, February 13, 2017

Manusia Dan Kematian


 A.    Pengertian Hidup
Hidup ditandai oleh grak, rasa dan tahu. Begitu kata filosof, tetapi keterangan ini tidak menjelaskan hakikat hidup. Ia sekedar menyebut tanda – tanda kehidupan.
Hidup adalah pertalian roh dan badan serta hubungan interaksi antara keduanya. Atau hidup adalah suatu sifat yang dengan sifat itu sesuatu menjadi berpengetahuan dan memiliki kekuatan. Jadi hidup itu merupakan sumber kenikmatan, sebab dengan adanya hidup maka tidak seorangpn dpt menikmati arti hidup serta merasakan pembalasan baik buruk diakhirat nanti.
Ada empat macam penciptaan manusia yaitu :
·         Penciptaan langsung dari Allah. Contohnya pencintaan Nabi Adam (Manusia tanpa ayah ibu)
·         Penciptaan melalui seorang laki-laki saja. Contoh : penciptaan Siti hawa yg diciptakan dari tulang rusuk Adam
·         Penciptaan melalui laki – laki dan perempuan
·         Penciptaan melalui seorang perempuan saja. Contoh penciptaan Nabi Isa (manusia tanpa ayah)

B.     Pengertian Mati
Untuk mengatur perjalanan makhluk ciptaan – Nya, Allah menciptakan dua pos pemberhentian yaitu pos kehidupan dan kematian. Ibarat bangunan, kehidupan adalah proses pembuatan, sedangkan kematian adalah proses penghancuran. Yang memberi kehidupan pada tubuh ini adalah ruh. Ruh adalah unsur terakhir yang masuk dalam tubuh manusia (pada saat proses penciptaan) dan menjadi unsur yang pertama kali keluar ketika kematian. Setelah ditinggalkan ruh, jasad manusia akan membusuk dan lama – lama hancur seperti lumpur hitam yang diberi bentuk. Jasad itu kemudian rusak menjadi tanah hingga menyerupai tanah liat. Proses selanjutnya air terpisah dari tanah liat dan turun kebumi. Sedangkan tanah kembali menjadi debu. Inilah esensi kematian yang disebut Al Qur’an. Kematian adalah keluarnya ruh dari jasad dengan kondisi organ tubuh tetap normal atau tidak ada yang cacat. Kematian adalah awal dimulainya kehidupan akhirat. Sebab, siapa yang telah mati, berarti ia telah mengalami “kiamat” dan mengetahui akhiratnya. Ketika mati, ia mendengar tapi tak mampu menjawab, ia melihat tapi tak mampu menceritakan apa yang dilihat. Jadi pada hakikatnya manusia mati itu tidak mempunyai daya tangkap seperti halnya manusia hidup.

C.     Keutamaan Mati
Orang yang tidak ingat bahwa dirinya nanti akan mati, maka ia akan menjadi orang yang celaka. Biasanya ia berbuat sewenang – wenang, sombong, angkara murka dll yang bersifat tidak terpuji. Berbeda dengan orang yang selalu mengingat kematian. Ia akan menjauhi sifat yang tidak terpuji. Karena itu, mengingat mati termasuk salah satu yang terpuji dan paling utama. Kematian adalah sesuatu yang dirahasiakan Allah sehingga tak ada seorangpun yang mengetahuinya. Sebenarnya, dengan dirahasiakannya kematian itu ada hikmah yang dpat diambil oleh manusia. Pertama, setiap saat manusia akn selalu sadar dan yakin bahwa ia akan menjumpai kematian, dengan demikian manusia akan bersegera melakukan amal kebaikan dan menjauhkan dari perbuatan maksiat karena merasa takut jika tiba – tiba ajal menjemput sementara amal kebaikan dirasa masih sedikit. Kedua, kita merasa yakin bahwa tidak ada sebab kematian kecuali ajal, karena sesungguhnya segala sebab kematian yang kita perhitungkan seperti rasa sakit, ketuaan dll hanya sebab yang tidak hakiki, karena jika kematian datang ia tidak memerlukan sebab.

D.    Menyiapkan Diri untuk Mati

Karena semua makhluk yang ada di dunia ini akan mati, termasuk manusia, maka hendaknya manusia bersiap – siap untuk menyambut kematian dengan mengumpulkan perbekalan sebelum meninggal dunia yang fana agaar tetap berada di jalan Allah. Karena kematian merupakan penutup dari semua kejadian di dunia. Sedangkan orang yang bodoh ialah orang yang tertutup matanya dari melihat kesudahan – kesudahan yang akan datang serta terpalingkan oleh kesenangan – kesenangan, sehingga tidak dapat mengingat atau memikirkan kematian nanti. Sekalipun ia mengingatnya dengan hati yang lapang, namun perasaan yang terbius oleh kesenangan duniawi. Itulah sebabnya maka ingatannya tidak sampai menembus ke dalam relung hatinya. Sebagian ulama mengatakan : “barangsiapa yang banyak menginat kemarian, maka ia akan mengutamakan tiga perkara yaitu segera bertaubat, bersikap tenang dan rajin beribadah. Jadi mempersiapkan diri berarti seorang mukmin tidak lengah untuk mengingat kematian yang ada dihadapannya, serta mengingat temannya, sehingga mereka akan mengingat tempat kembalinya yang berada didalam bumi yang akan menghapus wajah mereka yang baik serta pembalasana yang akan terjadi didalam kuburan mereka. Kematian adalah suatu musibah yang besar dan penderitaan yang hebat. Tapi justru lebih henbati lagi adalah sikap melalilakan diri untuk mengingta kematian, tidak mau merenungkan doa ini dan tidak mau beramal guna menyongsing kematian. Kematian sungguh menjadi pelajaran bagi orang yang mau menyadarinya.

Sunday, February 12, 2017

Manusia dan Harapan

  
A.    Harapan
Harapan berasal dari akar kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Harapan artinya keinginan yang belum terwujud. Untuk bisa mencapai harapan maka harus ada dorongan dalam diri manusia yang terdiri atas dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat contohnya menangis, tertawa, berfikir, berkata, dll. Dorongan kebutuhan hidup ada dua yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani meliputi sandang, papan dan pangan. Sedankan kebutuhan rohani meliputi kebahagiaan, kesejahteraan dan kepuasan hidup.

B.     Do’a
Do’a menurut istilah adalah memohon kepada Allah, suatu permintaan yang dirumuskan dalam serangkaian kalimat yang diucapkan oleh hamba dengn penuh harap dan akan mendapatkan kebaikan dari sisinya dan dengan merendahkan diri kepadanya untuk memperoeh apa yang diinginkan.

C.     Faktor yang menyebabkan manusia berdo’a ;
                              1.            Lantaran jiwanya terpanggil untuk memohon perlindungan ketika mendapat kesulitan yang tidak bisa mengatasinya sebab ia diciptakan dalam keadaan yang lemah.
                              2.            Doa merupakan perintah Allah yang ditujukan kepada manusia

D.    Keutamaan Do’a
a. Do’a adalah ibadah yang paling mlia disisi Allah
b. Do’a adalah otak ibadah
c. Do’a adalah kunci rahmat

Saturday, February 11, 2017

Manusia dan Penyakit Hati


A.      Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata “gelisah” yang artinya perasaan tidak tentram, tidak tenang, tidak sabar dan cemas yang tidak jelas apa penyebabnya. WJS Poerwodarminto mengartikan gelisah dengan tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak dapat tenang tidurnya, tidak sabar lagi (menanti), cemas. Sedangkan kegelisahan artinya perasaan gelisah, kekhawatiran, kecemasan dan ketakutan.

B.       Keterasingan
Keterasingan merupakan bentuk perilaku manusia yang tidak dapat diteriman dan dibenarkan oleh teman, keluarga ataupun masyakarat. Perilaku yang tidak di terima dan dibenarkan selalu menimbulkan keonaran masyarakat. Keterasingan bersumber pada perbuatan yang tidak dapat diterima masyarakat dan sikap rendah diri. Perbuatan yang tidak dapat diterima masyarakat seperti mencuri, keraas kepala, kasar dsb. Sedangkan sikap rendah diri terjadi karena cacat fisik, kemampuan ekonomi yang rendah, dll.

C.      Kesepian
Kesepian yang dimaksud adalah kesepian dalam arti psikologis yang sangat berpengaruh pada jalan kehidupan manusia. Kesepian menyebabkan manusia menjadi gelisah. Kesepian itu akibat dari keterasingan dan keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala sehingga dijauhi teman – teman sepergaulan. Kesepian juga dapat disebabkan karena frustasi yang dialamai seseorang dengan rasa minder, pemalu atau merasa dirinya kurang berharga dibanding orang lain.

D.     Ketidakpastian
Ketidakpastian merupakan kondisi yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal – usul yang jelas.
Orang yang sedang kacau pikirannya tidak dapat mengambil kesimpulan secara jernih, karena dalam berpikir ia selalu menerima rangsangan baru, sehingga pikirannya menjadi kacau.
Menurut Siti Meichati ada beberapa sebab yang menyebabkan orang tidak dapat berpikir dengan pasti, yaitu :
             1.            Obsesi adalah gejala kejiwaan yang berupa pikiran atau perasaan tertentu secara terus menerus, biasanya berupa hal yang tidak menyenangkan, atau sebab yang tidak diketahui.
               2.            Phobie adalah rasa takut yang tidak terkendalikan terhadap sesuatu yang tidak diketahui sebabnya.
             3.            Kompulsi adalah keragu – raguan yang amat sangat tentang apa yang telah dikerjakan.
        4.            Histeria adalah gejala kejiwaan yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, tidak mampu menguasai diri atau tersugesti dengan orang lain.
         5.            Delusi adalah suatu sikap yang menunjukkan pikiran tidak beres karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
              6.            Halusinasi adalah khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera
             7.            Keadaan emosi

E.       Upaya mengatasi penyakit hati
                     1.           Meningkatkan iman dan takwa, amal shaleh dan menjalankan ibadah dengan khusyuk
                     2.            Sabar

                     3.            Banyak membaca al qur’an dan berdzikir kepada Allah

Friday, February 10, 2017

Manusia dan Tanggungjawab


A.      Pengertian Tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. Pengertian yang kita peroleh sehari – hari untuk kata “pertanggungjawaban” dari kata “tanggung jawab” yaitu bebas psikis (kejiwaan) yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan kewajiban) dari tugas tertentu.

B.       Macam – macam Tanggungjawab
                               1.            Tanggung Jawab Kepada Keluarga
Masyarakat kecil ialah keluarga. Keluarga adalah suami, istri, ayah, ibu, anak – anak, dan juga orang – orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.
                               2.            Tanggung Jawab Kepada Masyarakat
Manusia adalah makhluk sosial. Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam berpikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh masyarakat. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
                               3.            Tanggung Jawab Kepada Bangsa/Negara
Setiap manusia, tiap individual adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma – norma atau ukuran – ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semau sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
                               4.            Tanggung Jawab Kepada Tuhan
Manusia ada tidak dengan sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan, manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan sarana – sarana pada dirinya yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.

C.      Makna pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan antara lain kepada Raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas. Timbulnya pengabdian itu hakikatnya ada rasa tanggungjawab.

D.     Macam – macam Pengabdian
                               1.            Pengabdian Kepada Keluarga.
Pada hakikatnya manusia hidup berkeluarga. Hidup berkeluarga ini didasarkan atas cinta dan kasih sayang. Kasih sayang ini mengandung pengertian pengabdian dan pengorbanan. Tidak ada kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayang itu tidak disertai pengabdian, berarti kasih sayang itu palsu atau semu.
                               2.            Pengabdian Kepada Masyarakat
Manusia adalah anggota masyarakat, ia tak dapat hidup tanpa orang lain, karena tiap – tiap orang saling membutuhkan. Bila seseorang yang hidup di masyarakat tidak mau memmasyarakatkan diri dan selalu mengasingkan diri, maka apabila mempunyai kesulitan yang luar biasa, ia akan ditertawakan oleh masyarakat, cepat atau lambat ia akan menyadari dan menyerah kepada masyarakat lingkungannya.
                               3.            Pengabdian Kepada Negara
Manusia pada hakikatnya adalah bagian dari suatu bangsa atau warga negara suatu negara. Karena itu seseorang wajib mencintai bangsa dan Negaranya.mencintai ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pengabdian. Banyak contoh pengabdian kepada bangsa dan negara dalam kehidupan.
                               4.            Pengabdian Kepada Tuhan
Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan Manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dan itu merupakan perwujudan tanggung jawabnya kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

E.       Makna kesadaran
Kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Sadar artinya merasa, tahu atau ingat(kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun(dari tidur) ingat, tahu dan mengerti misalnya rakyat telah sadar akan politik.
Kesadaran berasal dari kata sadar artinya tahu, mengerti, ingat, berbuka hati/pikirannya untuk berbuat sesuai dengan kata hatinya.

F.        Makna pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban, artinya berikan secara ikhlas: harta benda, waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin nyawa demi ikatannya dengan sesuatu atau demi kesetiaan atau demi kebenaran. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian.

Thursday, February 9, 2017

Manusia dan Pandangan Hidup


A.      Manusia dan Pandangan Hidup
Manusia adalah makhluk yang hidup yang diciptakan oleh Allah dengan disertai akal pikiran. Manusia mempunyai dua peran dalam hidupnya yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk individu manusia memiliki kehidupan sendiri. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam kehidupannya manusia memiliki sebuah angan-angan, harapan atau keinginan yang ingin dicapai dalm hidupnya. Semua yang diinginkan oleh manusia tersebut disebut sebagai pandangan hidup.
Yang dimaksud dengan pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan. Akibat dari pandangan hidup yang berbeda-bda, maka timbullah pandangan hidup yang dapat dikelompok-kelompokkan, disebut aliran atau faham.
Pandangan hidup yang sempurna merupakan wujud pertama kebudayaan yang tidak boleh terlepas dari nilai budaya. Karena pandangan hidup cenderung diikat oleh nilai-nilai sehingga berfungsi sebagi pelengkap nilai-nilai dalam pembuatan rasionalisasi nilai-nilai. Nilai berbeda dengan nilai, karena nilai digunakan untuk penngertian umum sedangkan norma digunakan untuk hampir seluruh aturan khusus.
Dalam pandangan hidup ini terkandung konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan oleh sesuatu bangsa. Dari nilai-nilai yang dimiliki bangsa itu sendiri, yang diyakini kebenarannya. Di negara Indonesia nilai-nilai yang dimiliki bangsa diwujudkan dalam bentuk ideologi yaitu Pancasila.
Karena itu pancasila merupakan pandangan hidup yang berakar dalam kepribadian bangsa, maka dapat diterima sebagai dasar negara yang mengatur ketatanegaraan. Hal ini tampak dalam sejarah bahwa meskipun dituangkan dalam rumusan Undang-Undang Dasar yang pernah kita miliki, yaitu Mukadimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat dan dalam Preambul Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia, Pancasila itu tetap tercantum didalamnya. Pancasila yang selalu dikukuhkan dalam kehidupan konstitusional itu, pancasila yang selalu pasangan bersama saat-saat terjadi krisis nasional dan ancaman terhadap eksistensi bangsa kita, merupakan bukti sejarah bahwa pancasila memang selalu dikehendaki oleh bangsa Indonesia sebagai dasar kerohanian, dikehendaki sebagai dasar negara.
Pandangan hidup terdiri dari cita-cita, kebajikan dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan dan sikap hidup itu tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia.

B.       Macam-macam Pandangan Hidup
Didunia ini ada bermacam-macam pandangan hidup yang dianut manusia yaitu :
a.       Pandangan hidup Liberalisme
Umumnya dianut oleh orang barat seperti Amerika, Inggris ,Perancis, Jerman Barat. Pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu.
b.       Pandangan hidup Sosialisme
Kebanyakan dianut oleh orang barat dan timur seperti Bulgaria, Yugoslavia, Hongaria,Austria,Ethiopia, Zimbabwe, Laos, Kamboja. Pandangan hidup ini menekankan logika berfikir secara kolektif (bersama-sama) dan lebih mengutamakan akal dari hati nurani.
c.       Pandangan hidup Religius
Pandangan hidup yang didasari keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi yang menentukan segala-galanya. Pandangan hidup ini dianut oleh orang Timur Tengah dan orang Timur seperti Arab Saudi, Iran, Pakistan, Brunei Darussalam, Vatikan, Malaysia.
d.       Pandangan hidup Komunisme
Pandangan hidup ini mengutamakan kekuatan alam, bahwa alamiah segala-galanya. Kebanyakan dianut oleh Jerman Timur,China,Vietnam, Korea Utara,Polandia, Rumania.
e.       Pandangan hidup Sosialisme-Religious
            Pandangan hidup ini menekankan pada logika berfikir secara kolektif dan individual serta bergantung pada kekuasaan Tuhan. Umumnya dianut orang Timur Tengah dan Timur seperti : Mesir, Libya, Syiria, Turki, Irak, Indonesia, Muang Thai, India, Bangladesh.

C.      Langkah-langkah Berpandangan Hidup
                               1.            Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia pada tahap pertama dari setiap aktifitas hidupnya termasuk dalam mengenal pandangan hidup.
                               2.            Mengerti
Setelah mengenal, tahap kedua adalah kita harus mengerti apa itu pandangan hidup. Bagi yang berpandangan hidup pada agama islam, maka kita harus mengerti apa itu Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, maupun Qiyas. Untuk apa kegunaan, dari mana asalnya dan bagaimana keempatnya mengatur kehidupan manusia di dunia dan diakhirat. Mengerti terhadap pandangan hidup memegang peranan penting karena dengan mengerti ada kecenderungan untuk tunduk pada pandangan hidup itu dan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
                               3.            Menghayati
Menghayati pandangan hidup merupakan langkah selanjutnya setelah mengerti. Dengan menghayati kita akan memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup yang kita anut. Menghayati disini yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang ditempuh yaitu dengan menganalisa hal-hal yang dianggap lebih tahu atau lebih berpengalaman.
                               4.            Meyakini
Jika penerimaan terhadap pandangan hidup ini ikhlas, akan muncul rasa meyakini pada diri manusia terhadap pandangan hidup. Meyakini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
                               5.            Mengabdi
Pengabdian merupakan hal penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima oleh dirinya dan orang lain. Manfaat mengabdi dapat kita rasakan ketika kita masih hidup maupun setelah meninggal dunia.
                               6.            Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah-langkah terakhir sedikit kemungkinan bila belum mendaami lanngkah sebelumnya akan ada proses mengamankan. Proses ini juga yang terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya pandangan hidup itu.
D.     CITA-CITA
Cita-cita merupakan sebuah keinginan atau harapan yang ingin dicapai dalam hidupnya. Cita-cita seseorang bisa berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya.
Cita-cita dapat berarti harapan, keinginan maupun tujuan tergantung pada masing-masing individu. Cita-cita yang berarti harapan, misalnya saat pembagian hasil ulangan ada seorang siswa yang mendapat nilai 7, betapa kecewanya siswa itu. Ia mengharapkan nilai 9.padahal persiapan yang sudah dilakukan cukup lama. Keluhnya : “Keadaan itu tidak sesuai dengan cita-cita saya”.
Cita-cita yang berarti keinginan, sebagai contoh anak yang baru lulus SMA ingin melanjutkan sekolah ke ITB. Segala persiapan telah dilakukan dengan berbagai cara. Dari mulai mengikuti les dan belajar dengan giat. Setelah ada ujian masuk ITB ia mengikuti. Ternyata ia tidak lulus sehingga ia tidak dapat melanjutkan ke ITB. Ia kecewa karena gagal melanjutkan studi ITB.
Cita-cita yang berarti tujuan, Nana bertujuan setamat SMA akan melanjutkan sekolah di Jakarta, mengikuti pamannya. Ternyata setelah Nana lulus SMA pamannya pindah keluar Jawa. Hal itu menyebabkan Nana tidak jadi melanjutkan di jakarta. Cita-cita Nana melanjutkan sekolah diJakarta gagal.

E.       KEBAJIKAN
Kebajikan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang mendatangkan kebaikan atau perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika lingkungan sekitar.
Kebajikan dapat pula diartikan perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Maksudnya selaras dengan suara hati kita yaitu apa yang kita lakukan itu merupakan hal yan ingin kita lakukan bukan atas perintah orang lain. Suara hati masyarakat berarti perbuatan yang kita lakukan itu sesuai dengan norma dan etika yang berlaku dimasyarakat. Sesuai dengan hukum Tuhan berarti yang kita lakukan itu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dan apa yang kita hindarkan sesuai dengan apa yang dilarang oleh Tuhan.
Ada pula kebajikan semu yaitu kejahatan yang menyelebungi kebajikan. Kebajikan semu ini sangat berbahaya, karena pelakunya orang-orang munafik, yang bermaksud mencari keuntungan diri sendiri.

F.        SIKAP HIDUP
Sikap hidup adalah keadaan hati kita dalam menghadapi hidup ini. bagaimana kita menghadapi kesulitan yang kita peroleh, apakah kita akan menyikapinya dengan positif atau negatif?. Atau sikap lain dari seseorang dalam menghadapi hidup. Sikap hidup tidak dapat dilihat oleh orang lain, karena sikap hidup ada didalam hati. Orang lain akan mengetahui sikap yang dimiliki ketika telah melakukan suatu tindakan nyata. Pembentukan sikap bisa diperoleh melalui pendidikan dirumah oleh orang tua, pendidikan lingkungan sekitar maupun pendidikan formal melalui sekolah-sekolah.
Sikap hidup seseorang bisa berubah-ubah sesuai dengan apa yang ada disekitar mereka. Sebagai contoh, seseorang baru saja keluar dari tahanan dimasukkan kedalam lingkungan pesantren. Lama-kelamaan orang tersebut akan terbawa dengan suasana atau lingkungan yang baik. Meskipun kemungkinannya kecil, namun lingkungan hidup sangat berpengaruh pada sikap hidup seseorang.